Rabu, 27 Juni 2012

JIKA ALLAH TELAH MENCINTAI KITA


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Sahabat, mari kita bayangkan, betapa amat sangatnya Allah akan mencintai kita ketika kita mampu menjadi orang-orang tegar yang menjalani hidup, mampu mengeluarkan sisi-sisi terbaiknya walau di saat sempit, mampu tetap terbang meninggi melebihi langit di angkasa meski raga masih tertahan di bumi, mampu untuk tetap berdiri setegar karang meskipun ia seringkali dihempas ombak. Bayangkan kawan, bayangkan, betapa Allah amat sangat sangat mencintai diri kita yang seperti itu, yang mempersembahkan
seluruh kekuatan ini hanya untuk-Nya dan menghabiskan seluruh perjalanan hidupnya hanya untuk ketakwaan pada-Nya.

"(Tidak), hanya kepada-Nya kamu minta tolong. Jika Dia menghendaki, Dia hilangkan apa (bahaya) yang kamu mohonkan kepada-Nya, dan kamu tinggalkan apa yang kamu persekutukan (dengan Allah)." (QS. Al-An’am ayat 41)

Dan bukankah seluruh shalat kita, hidup kita, ibadah kita, dan mati kita hanya untuk-Nya?

"Katakanlah (Muhammad), 'Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam, tidak ada sekutu bagi-Nya; dan demikianlah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama berserah diri (muslim)'." (QS. Al-An’am ayat 162-163)

Jika Allah SWT sudah mencintai kita sepenuhnya, lantas apa sih yang akan kita cari lagi?
Dunia... digenggam
Kelapangan... diraih
Keridhoan... dicapai
Kesembuhan dari penyakit... dikabulkan
Banyak teman dan dicintai banyak orang... tidak salah lagi

“Milik-Nyalah kunci-kunci (perbendaharaan) langit dan bumi. Dan orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah, mereka itulah orang yang rugi.” (QS. Az-Zumar ayat 63)

Maka percayalah sahabat, tiada yang lebih mulia daripada membuat Allah mencintai kita dengan mendatangkan ridho-Nya terus-menerus dalam perilaku diri kita.

Dan mari kita terus-menerus bayangkan. Ketika Allah sudah mencintai kita sedalam-dalamnya yang tiada bisa kita bayangkan, pastinya Allah akan memberi kita surga-Nya, bahkan mungkin surga Firdaus yang tiada bandingannya. Tempat di mana tak ada keletihan di sana, senda gurau yang tiada berguna, percakapan yang sia-sia, dan berbagai macam perhiasan dunia yang telah Allah berikan kepada kita saat ini.

Dan mari kita melangkah lebih jauh lagi, ketika di sana (surga) Allah menyingkap wajah-Nya yang menampakkan begitu besar keagungan-Nya dan keindahan-Nya (yang tidak mampu digambarkan bagaimana indahnya dan memang takkan pernah mampu), kita akan menjadi makhluk-Nya yang amat sangat beruntung. Betapa tidak??? Ya, karena semua yang ada di dunia ini pada hakikatnya tidak akan bisa mengalahkan keagungan zat-Nya.

“Dan mereka tidak mengagungkan Allah sebagaimana mestinya padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya. Mahasuci Dia dan Mahatinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan.” (QS. Az-Zumar ayat 67)

Dan mari kita bayangkan sekali lagi, sekali lagi, dan berkali lipat lagi, bahwa kekayaan dan kesenangan di surga (surga dengan tingkatan yang paling rendah sekalipun) takkan sanggup tersaingi dan disaingi oleh dunia yang amat pendek waktu hidupnya, yang kecil jangkauannya, dan yang sangat kerdil kenikmatannya ini.
makanan
minuman
pasangan hidup dan orang tua
harta, warisan,dan jabatan
relasi, teman, sahabat
kesehatan
dan segala macam kemakmuran hidup lainnya

Mari kita lihat, sahabat, amatlah tidak bisa disandingkan kenikmatan-kenikmatan yang ada di dunia tersebut dengan kenikmatan yang ada di surga nanti. Anugerah yang akan dipersembahkan hanya untuk kita yang bertakwa di jalan-Nya.

"Sesungguhnya orang-orang yang berkata,'Tuhan kami adalah Allah,' kemudian mereka tetap istiqamah, tidak ada rasa khawatir pada mereka, dan mereka tidak (pula) bersedih hati. Mereka itulah para penghuni surga, kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan." (QS. Al-Ahqaf ayat 13-14)

dan juga untuk orang yang berusaha keras meraihnya

"Dan kemudian dikatakan kepada orang yang bertakwa,'Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?' Mereka menjawab,'Kebaikan'. Bagi orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (balasan) yang baik. Dan sesungguhnya negeri akhirat pasti lebih baik. Dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa, (yaitu) surga-surga 'Adn yang mereka masuki, mengalir di bawahnya sungai-sungai, di dalam (surga) itu mereka mendapat segala apa yang diinginkan. Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang yang ketika diwafatkan oleh para malaikat dalam keadaan baik, mereka (para malaikat) mengatakan (kepada mereka), 'Salaamun'alaikum, masuklah ke dalam surga karena apa yang telah kamu kerjakan'." (QS. An-Nahl ayat 30-32)

"Tidaklah sama antara orang beriman yang duduk (yang tidak turut berperang) tanpa mempunyai uzur (halangan) dengan orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwanya. Allah melebihkan derajat orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk (tidak ikut berperang tanpa halangan). Kepada masing-masing, Allah menjanjikan (pahala) yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar, (yaitu) beberapa derajat dari pada-Nya, serta ampunan dan rahmat. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS. An-Nisa ayat 95-96)

Maka jika Allah sudah mencintai kita sepenuhnya, apalagi yang kan kita cari? Lagi-lagi, kita tidak perlu bersusah payah menjemput dunia, tetapi dunialah yang akan menghampiri kita. Ya, karena amatlah mudah bagi Allah untuk membuat dunia tunduk kepada kita karena dunia selalu dalam genggaman-Nya dan senantiasa dalam kuasa-Nya. Allah-lah yang Mahakuasa menciptakan dan menyebabkan segala sesuatunya terjadi.

Oleh karena itu, betapa dahsyatnya kecintaan Allah kepada kita tatkala kita mempersembahkan diri kita untuk dakwah ini di sepanjang jalan ini, berupaya dengan keras agar seluruh hamba-Nya bertakwa kepada-Nya, menjadi perantara atas masuknya hidayah Allah kepada berjuta-juta orang yang ada di dunia ini, dan menginfakkan seluruh rezeki kita di jalan-Nya, Allahuakbar!

Ya, karena manusia yang paling mulia di hadapan-Nya adalah orang yang bertakwa. Lantas, bagaimanakah orang yang bertakwa itu? Yaitu orang yang tidak hanya berjuang untuk men-takwakan dirinya (membuat dirinya bertakwa), tetapi juga membuat diri semua orang bertakwa kepada-Nya, mencintai-Nya, dan orang-orang yang tidak hanya berhenti memikirkan bagaimana ia dicintai Allah, tetapi juga ia senantiasa berpikir agar bagaimana Allah bisa meridhoi seluruh hamba-Nya yang ada di alam raya ini (membuat semuanya berislam secara keseluruhan dan akhirnya mencintai Allah sepenuhnya). Ya, memang ini amatlah berat, tetapi pasti bisa dan pasti, karena kita akan tetap dan terus bergerak, berjalan, dan berlari tiada henti hanya dengan naungan pertolongan-Nya dan kekuatan dari-Nya.

“Jika Allah menolong kamu, maka tidak ada yang dapat mengalahkanmu, tetapi jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapa yang dapat menolongmu setelah itu? Karena itu, hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakal.” (QS. Ali Imran ayat 160)

“…Padahal kekuatan itu hanyalah dari bagi Allah, Rasul-Nya, dan bagi orang-orang mukmin, tetapi orang-orang munafik itu tidak mengetahui.” (QS. Al-Munafiqun ayat 8)

Dia-lah yang berkuasa untuk kita semua.

Jika sudah ada Allah, mengapa harus mencari yang lainnya??? [
Wallahu Ta’ala A’lamu bish showwab
Barakallahu fiikum wa jazakumullah khairan khatsir,,

والسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

5 SEBAB DOSA KECIL MENJADI BESAR

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ “Sesungguhnya,” kata Ibnu Qayyim Al Jauziyah, “Al-Qur’an, As-Sunnah, ijma’ sahabat dan tabiin telah menunjukkan bahwa dosa itu ada dua. Ada dosa besar, ada dosa kecil.” Dosa kecil sebenarnya bisa diampuni Allah dengan mudah melalui istighfar dan ibadah mahdhah seperti shalat lima waktu dan puasa Ramadhan. Dosa kecil juga tidak mendapatkan ancaman khusus dan laknat Allah seperti halnya dosa besar. Namun, dosa kecil ternyata bisa berubah menjadi besar, jika terpenuhi salah satu dari 5 hal berikut ini. 

5 sebab dosa kecil bisa berubah menjadi besar itu adalah : 
1. Meremehkan dosa dan menganggapnya biasa saja Ada orang-orang yang ketika melakukan dosa kecil ia menganggapnya sebagai hal yang biasa, terhapus dengan sendirinya atau tidak mempedulikannya. “Ah, ini mah dosa kecil.” “Biasa, yang beginian tak menyebabkan masuk neraka.” Dan komentar-komentar sejenisnya. Rasulullah SAW bersabda, “Takutlah kalian dari tindakan meremehkan dosa.” (HR. Ahmad, dishahihkan Al Albani). “Dosa kecil bisa menjadi besar,” fatwa Imam Auza’I, “jika seorang hamba menganggapnya kecil dan meremehkannya.” 
2. Dikerjakan berulang-ulang (terus-menerus) Sesuatu yang kecil, jika terus ditumpuk dan dikumpulkan, maka ia akan membesar. Sebuah peribahasa mengatakan, sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit. Demikian pula dengan dosa kecil. Jika ia terus diulang, ia pun menjadi besar. “Bukanlah dosa kecil jika dikerjakan terus menerus,” kata Ibnu Abbas, “dan bukanlah dosa besar jika diiringi taubat.” Umumnya, pengulangan atau pembiasaan dosa itu berawal dari sikap meremehkan dosa. Lanjutan hadits pada poin 1 di atas menegaskan membesarnya dosa yang terus menerus dikerjakan. “Sesungguhnya perumpamaan orang yang meremehkan dosa bagaikan sekelompok orang yang singgah di sebuah lembah. Ia datang membawa kayu dn terus menerus membawa kayu hingga (kayu itu menumpuk) mereka dapat memasak makanan mereka.” (HR. Ahmad, dishahihkan Al Albani). 
3. Menyukai perbuatan dosa tersebut Yaitu orang yang ketika dan setelah melakukan dosa timbul kepuasan dan kesenangan dalam jiwanya. “Termasuk dosa besar adalah,” kata Imam Ghazali dalam Ihya’, “merasa senang, gembira dan bangga dengan dosa.” 
4. Memamerkan dan mendemonstrasikan dosa tersebut Dewasa ini, jumlah orang yang melakukan hal keempat ini cenderung makin banyak. Bahkan bukan hanya dosa kecil, untuk dosa besar pun sebagian orang melakukannya secara terbuka sekaligus memamerkan dan mendemonstrasikannya. Misalnya dengan media video yang diupload di Youtube dan sebagainya. Selain menunjukkan peremehan terhadap dosa, poin keempat ini juga memicu orang lain melakukan dosa yang sama akibat contoh yang ia lakukan dan dengan demikian dosanya menjadi berlipat-lipat. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa menyeru/mendakwahkan kesesatan, maka ia mendapatkan dosa seperti dosa orang yang mengikutinya tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun.” 
5. Jika yang mengerjakannya adalah tokoh atau panutan “Orang yang berbuat dosa, sedangkan ia adalah seorang alim yang menjadi panutan,” tulis Ibnu Qudamah dalam Mukhtashar Minhajul Qashidin, “jika ia paham dan tahu akan dosanya tetapi malah menerjang dosa tersebut, maka dosa kecilnya itu berubah menjadi dosa besar.” Selain faktor peluang diikuti oleh umat/pengikutnya, dosa kecil yang dilakukan oleh seorang tokoh/ulama juga berpotensi membawa opini dan citra negatif terhadap Islam. 

Demikian 5 sebab dosa kecil menjadi besar, semoga Allah menjauhkan kita dari kelimanya Wallahu Ta’ala A’lamu bish showwab Barakallahu fiikum wa jazakumullah khairan khatsir,,

 والسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

DOA SEBELUM TIDUR

Dari Al-Bara` bin ‘Azib, berkata: Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam apabila beliau menuju tempat pembaringan, beliau tidur di atas lambung sebelah kanan kemudian berdoa: “Ya Allah, aku serahkan diriku kepada-Mu dan aku hadapkan wajahku kepada-Mu dan aku serahkan semua urusanku kepada-Mu dan aku bentangkan punggungku di hadapan-Mu dengan penuh harapan dan rasa takut dari-Mu. Tidak ada tempat berlindung dan (meminta) keselamatan melainkan kepada-Mu, aku beriman kepada kitab yang Engkau telah turunkan dan Nabi yang Engkau telah utus”, dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa mengatakannya lalu dia meninggal pada malam itu maka dia meninggal di atas fitrah.” (HR. Al-Imam Al-Bukhari no. 6315 dan Muslim no. 2710)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Apabila salah seorang dari kalian menuju tempat tidurnya, hendaklah dia mengibasnya dengan bagian dalam kainnya, karena dia tidak mengetahui apa yang akan terjadi kemudian. Lalu dia berdoa: ‘Dengan menyebut nama-Mu wahai Rabb, aku meletakkan lambungku dan karena-Mu pula aku mengangkatnya dan jika Engkau mencabut ruhku maka rahmatilah dia, dan jika Engkau melepaskannya (untuk hidup) maka jagalah dia sebagaimana Engkau menjaga hamba-hamba-Mu yang shalih’.” (HR. Al-Imam Al-Bukhari no. 6320 dan Muslim no. 2714, lafadz ini adalah lafadz Al-Bukhari)
Suhail mengatakan: “Dahulu Abu Shalih memerintahkan kami apabila seseorang di antara kami hendak tidur agar berbaring di atas sisi kanannya, lalu mengucapkan:

“Ya Allah Rabb sekalian langit dan bumi dan Rabb ‘Arsy yang agung Rabb kami dan Rabb segala sesuatu, Allah yang menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan
dan biji buah-buahan. Yang menurunkan Taurat, Injil dan Al-Qur`an, Aku berlindung dari kejahatan segala sesuatu yang Engkaulah yang menguasai ubun-ubunnya. Ya Allah engkaulah Al-Awwal yang tiada sesuatu sebelum-Mu, dan engkaulah Al-Akhir yang tiada sesuatu setelah-Mu, Engkaulah Yang Zhahir Yang tiada sesuatu di atas-Mu dan engkau Al-Bathin, tiada yang lebih dekat dari-Mu sesuatupun, lunasilah hutang kami dan cukupilah kami dari kefakiran.” Dan Abu Shalih meriwayatkan ini dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. (Shahih, HR. Muslim no. 2713)
Wallahu a’lam

Dzikir Kalimah Toyyibah.

Ada hal-hal yang tersembunyi dibalik dzikir kalimah Toyyibah “La ilaha illallah”
pertama, dzikir ini disebut sebagai sebaik-baiknya dzikir, berdasarkan hadist riwayat Nasa’i, Ibnu Majjah, Ibnu Hibban, dan Hakim “Afdhaluzd dzikri La ilaha Illallaah” yang artinya : sebaik-baik dzikir adalah La ilaha illallah.

Kemudian pada hadist yang lain disebutkan bahwa dengan dzikir kalimah Toyyibah ini menyebabkan pintu langit terbuka, selagi yang membaca kalimah itu orang yang menjauhi dosa-dosa besar. Sedangkan dengan mengamalkan dzikir kalimah ini, sepanjang dzikir ini diamalkan secara tulus ikhlas mengharap ridha Allah SWT, justru Allah yang akan mengatur potensi manusia.

Dalam hadist Qudsy tersurat : “Barang siapa disibukkan dzikir kepada-Ku sehingga tidak sempat memohon dari-Ku maka Aku akan memberikan yang terbaik dari apa saja yang Ku berikan”.

Artinya : hikmah dari dzikir kalimah Toyyibah itu, seseorang akan diberi karunia oleh Allah SWT walau jenis karunia itu tidak dimintanya. Ini Yang disebut dengan rezeki yang tak terduga-duga.
Hikmah lain, dari membiasakan diri berdzikir kalimah “La ilaha illallah ." secara tidak langsung berarti merekam kalimat itu pada alam bawah sadar manusia.
Seseorang dalam kondisi kritis, kalimat yang reflek muncul dari alam bawah sadarnya adalah kalimat yang paling akrab dengan lidah dan hatinya.
Maka, seseorang yang istiqomah dalam dzikir kalimah “La ilaha illallah “, bila saat sakaratul maut hendak menjemput, Insya Allah kalimat itu yang akan muncul dari mulutnya.
Dengan demikian berlakulah janji Allah SWT bahwa seseorang yang diakhir hayatnya mengucapkan kalimat “La ilaha illallah”, maka syurgalah balasannya.
Menyimak hal-hal dibalik kalimah Toyyibah ini, ada dua keuntungan yang bisa kita raih. Pertama keuntungan dunia berupa ketenangan hati akibat bias dari aktivitas dzikir, juga keuntungan dunia berupa datangnya karunia yang dilimpahkan yang lebih baik dibanding hamba lain yang meminta.
Sedangkan pahala akhiratnya adalah menemui kematian dengan Khusnul Khotimah. Semoga kita termasuk hamba-hamba Allah yang memperoleh keuntungan dunia akhirat.
Aamiin Yaa Robbal'alamiin

Karena Aku Hanyalah Seorang Hamba

Ketika seseorang menyerahkan diri kepada Allah, saat itulah dengan sadarnya dia melepaskan apapun kepentingan dan ego dirinya, seraya menyeru dalam hati dan jasadnya bahwa dia adalah telah menjadi seorang hamba.

Selanjutnya, pikiran dan hidupnya akan termotivasi tentang apa yang di ridhai Allah atau tidak, dan sama sekali bukan tentang seleranya.
Ketika diri mengakui bahwa, aku hanyalah seorang hamba, maka tidak akan ada kritik dan pencelaan pada Robbnya melainkan hanya keikhlasan hati terhadap sebuah pengabdian, kepasrahan hati tentang sebuah takdir, dan prasangka baik kepada sang pembuat skenario hidupnya.

Seorang hamba adalah milik tuannya, maka hatinya pun tidak melawan ketika sang pemiilik mengajukan garis takdir kepadanya. Seorang hamba kemudian akan senantiasa melanjutkan hidup dengan tetap mengabdi demi keridhoan pemiliknya, karena memang sudah selayaknya seperti itulah kewajibannya.
Tiada yang lebih nikmat ketika menjadi seorang hamba, selain terbebasnya kita dari rasa lebih, yang berkarib dengan sombong dan atau rasa kurang yang selalu merongrong dan menyiksa diri, karena kepercayaan kita atas perawatan dan pemenuhan dari sang pemilik kita.

Mengakui sebagai seorang hamba akan meneduhkan hati, karena batin senantiasa merasa tenang akibat seluruh kebutuhan terasa ada yang menjamin dan tercukupi.
Mengikhlaskan hati menjadi hamba adalah sumber kedamaian jiwa.
Darinya kita belajar untuk selalu rendah hati dan penyayang. Karena seorang hamba adalah pengikut dan pencontoh sejati tuannya. Karena seorang hamba tidak akan mungkin mempunyai pikiran gila untuk menyombongkan diri dengan sesuatu yang ada padanya, yang jelas-jelas adalah semua itu hanyalah milik tuannya.

Ketika kita menghamba, maka luluhlah sebuah penguasaan atas diri dan menyerahkannya kepada sang pemilik kita. Ketika kita menghamba, maka tak penting lagi pujian amal baik kita yang setinggi gunung, karena hati mengajarkan bahwa semua hanyalah karena rahmat sang pemilik kita.
Dalam penghambaan, jiwa seorang hamba yang ikhlas menjadi hamba akan selalu berteriak dan merasa kurang dalam kesyukuran kepada Robb-Nya. Karena itulah, dalam kelihatan atau tidaknya dari pandangan manusia, jiwanya akan selalu terisi hanya dengan Allah berikut daftar rahmat- rahmatnya.
Wahai hamba yang dikasihi Allah,

Sungguh mulia dirimu dalam kesanggupanmu menyerah dan mendidik batin dan jiwamu, untuk menjadi hamba yang berserah. Tiada lagi keluh kesah, karena damai akan selalu melingkupi batinmu. Tiada protes apalagi episode mencaci maki jalan takdirmu, karena sesungguhnya kita adalah seorang hamba. Tiada hamba yang baik selain selalu penuh terimakasih dan kesyukuran kepada pemilik kita, yang maha penyayang kepada diri hamba- hambanya, Allah Subhanahu Wata'ala

Mencintai Allah Ta’ala Adalah Dengan Cara yang Dicintai Oleh-Nya

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah

Di antara hal-hal yang seyogyanya diperhatikan secara seksama adalah bahwa Allah Subhanahu wata’ala telah berfirman dalam kitab-Nya,

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

"Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Ali Imran: 31)

Generasi salaf berkata, "Di zaman nabi ada orang mengaku mencintai Allah, maka Allah menurunkan ayat ini."

Dia menjelaskan bahwa kecintaan-Nya diperoleh denan mengikuti Rasul-Nya Shallallahu’ala
ihi wasallam. mengikuti rasul-Nya Shallallahu’alaihi wasallam akan menjadi penyebab kecintaan Allah Subhanahu wata’ala kepada hamba-Nya. Ini adalah cinta, yang dengan cintai itu Allah Subhanahu wata’ala menguji orang-orang yang mengaku mencintai-Nya. Karena dalam perkara ini banyak orang-orang yang hanya mengaku-aku dan terjadi kesimpangsiuran. Oleh karena itu, diriwayatkan dari Dzin Nuun al Mishri bahwa mereka telah berbicara tentang permasalahan cinta di hadapannya maka beliau menimpali,

اسكتوا عن هذه المسالة لئلا تسمعها النفوس فتدعيها

"Berhentilah kalian berbicara tentang cinta, karena jiwa-jiwa ini tidak mendengarnya lalu ia mengaku-akunya."

Sebagian mereka berkata,

وقال بعضهم من عبد الله بالحب وحده فهو زنديق ومن عبد الله بالخوف وحده فهو حرورى ومن عبده بالرجاء وحده فهو مرجئ ومن عبده بالحب والخوف والرجاء فهو مؤمن موحد

"Barangsiapa beribadah kepada Allah Subhanahu wata’ala dengan perasaan cinta semata maka dia adalah seorang zindiq. Barangsiapa beribadah kepada Allah Subhanahu wata’ala dengan perasaan takut semata maka dia adalah seorang haruri (Khawarij), dan Barangsiapa beribadah kepada Allah Subhanahu wata’ala dengan perasaan harap semata maka dia adalah seoang Murji’ah. Barangsiapa beribadah kepada Allah Subhanahu wata’ala dengan rasa cinta, takut, dan harap, maka dia adalah seorang mukmin yang bertauhid."

Karena dengan perasaan cinta semata (tanpa diiringi rasa takut dan harap) maka akan menyemangati jiwa hingga ia berkepanjangan dalam hawa nafsunya. Ini terjadi jika tidak dibentengi degan perasaan takut kepada Allah Subhanahu wata’ala hingga orang-orang Yahudi dan Nashrani berkata,

وَقَالَتِ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى نَحْنُ أَبْنَاءُ اللَّهِ وَأَحِبَّاؤُهُ

"Orang-orang Yahudi dan Nasrani mengatakan: "Kami ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya". (al Maaidah: 18)

Didapati pula orang yang mengaku-aku, penyelisihan syariat yang tidak didapati pada orang-orang yang takut kepada-Nya. Oleh karena itu Allah Subhanahu wata’ala telah menggandengkan kecintaan ini dengan perasaan takut kepada-Nya dalam firman-Nya,

هَذَا مَا تُوعَدُونَ لِكُلِّ أَوَّابٍ حَفِيظٍ. مَنْ خَشِيَ الرَّحْمَنَ بِالْغَيْبِ وَجَاءَ بِقَلْبٍ مُنِيبٍ

"Inilah yang dijanjikan kepadamu, (yaitu) kepada setiap hamba yang selalu kembali (kepada Allah) lagi memelihara (semua peraturan-peraturan-Nya). (Yaitu) orang yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah sedang Dia tidak kelihatan (olehnya) dan dia datang dengan hati yang bertobat," (Qaaf: 32-34)

Konon masyayikh yang mempunyai karya tulis dalam bidang hadits menyebutkannya dalam aqidah-aqidah mereka dalam rangka menghindari orang-orang yang mengaku-aku cinta (kepada Allah) dan menggeluti masalah tersebut tanpa diimbangi dengan perasaan takut. Karena di dalamnya terdapat kerusakan yng seringkali kelompok-kelompok dari kalangan Shufiyah terjerumus di dalamnya.

Kerusakan aqidah dan amalan yang mereka (orang-orang Shufi) lakukan telah membuahkan penentangan sejumlah kelompok terhadap pokok dasar thariqat Shufiyah secara total, sehingga orang-orang yang menyimpang (dalam perkara ini) terbagi menjadi dua kelompok. Yang pertama: kelomok yang mengakui kebenaran dan kebathilannya. Dan yang kedua: kelompok yang mengingkari kebenaran dan kebathilannya, sebagaimana pandangan yang dipegang oleh beberapa kelompok dari ahli kalam dan ahli fiqh.

Pandangan yang benar adalah mengakui hal-hal yang memang sejalan dengan al Quran dan as Sunnah baik hal-hal itu berada pada kelompoknya atau berada pada kelompok lain.

Allah Subhanahu wata’ala berfirman,

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

"Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Ali Imran: 31

Jangan malas berdoa

Sebagian manusia terlalu sombong, tidak mau berdoa, seakan ia bisa menghasilkan sesuatu tanpa pertolongan dari Allah Ta’ala.

Sebagian manusia terlalu sombong, tidak mau berdoa, seakan ia bisa beribadah tanpa pertolongan dari Allah Ta’ala.

Sebagian manusia terlalu sombong, jarang berdoa, seakan kekuatan manusiawinya lah yang dapat mewujudkan seluruh asa dia tanpa pertolongan dari Allah Ta’ala.

Coba perhatikan hal-hal berikut, niscaya kita akan semangat selalu berdoa kepada Allah Ta’ala atas keperluan dunia dan akhirat kita.

Seorang yang tidak berdoa adalah orang sombong

{وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ
عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ} [غافر: 60]

“Dan Rabbmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.” (QS. Al Mukmin: 60).

Asy Syaukani rahimahullah berkata, “Ayat ini memberikan faedah bahwa doa adalah ibadah dan bahwa menginggalkan berdoa kepada Rabb yang Maha Suci adalah sebuah kesombongan, dan tidak ada kesombongan yang lebih buruk daripada kesombongan seperti ini, bagaimana seorang hamba berlaku sombong tidak berdoa kepada Dzat yang merupakan Penciptanya, Pemberi rezeki kepadanya, Yang mengadakannya dari tidak ada dan pencipta alam semesta seluruhnya, pemberi rezekinya, Yang

Menghidupkan, Mematikan, Yang Memberikan ganjarannya dan yang memberikan sangsinya, maka tidak diragukan bahwa kesombongan ini adalah bagian dari kegilaan dan kekufuran terhadap nikmat Allah Ta’ala. (Lihat kitab Tuhfat Adz Dzakirin, karya Asy Syaukani).

Seorang yang berdoa adalah orang yang paling dimuliakan oleh Allah ta’ala

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضى الله عنه عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « لَيْسَ شَىْءٌ أَكْرَمَ عَلَى اللَّهِ تَعَالَى مِنَ الدُّعَاءِ»

“Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak ada sesuatu yang paling mulia di sisi Allah dibandingkan doa.” (HR. At Tirmidzi).

Para ulama mengatakan kenapa doa sesuatu yang paling mulia di sisi Allah Ta’ala dibandingkan yang lainnya: “Karena di dalam doa terdapat bentuk sikap perendahan diri seorang hamba kepada Allah dan menunjukkan kuasanya Allah Ta’ala.”

Allah Ta’ala sangat, sangat, sangat menyukai hamba-Nya merendah diri kepada-Nya dan menunjukkan bahwa hanya Allah Ta’ala satu-satu-Nya Yang Berkuasa, Yang Maha Pengatur, yang Maha Pencipta, tiada sekutu bagi-Nya.

Dengan doa kita melawan, menahan, meringankan bala dan musibah

عن عائشة رضي الله عنها قالت : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: لا يغني حذر من قدر و الدعاء ينفع مما نزل ومما لم ينزل وإن البلاء لينزل فيتلقاه الدعاء فيعتلجان إلى يوم القيامة

“Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ”Sikap kehati-hatian tidak menahan dari takdir, dan doa bermanfaat dari apa yang terjadi (turun) ataupun yang belum terjadi (turun) dan sesungguhnya bala benar-benar akan turun lalu dihadang oleh doa, mereka berdua saling dorong mendorong sampai hari kiamat.” (HR. Al Hakim dan dihasankan oleh Al Albani di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 7739).

Seorang yang berdoa tidak pernah rugi

عَنْ أَبِى سَعِيدٍ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « ما مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ وَلاَ قَطِيعَةُ رَحِمٍ إِلاَّ أَعْطَاهُ اللَّهُ بِهَا إِحْدَى ثَلاَثٍ إِمَّا أَنْ تُعَجَّلَ لَهُ دَعْوَتُهُ وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِى الآخِرَةِ وَإِمَّا أَنُْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلَهَا ». قَالُوا إِذاً نُكْثِرُ. قَالَ «اللَّهُ أَكْثَرُ»

“Abu Sa’id radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata: “Tidak ada seorangpun yang berdoa dengan sebuah dosa yang tidak ada dosa di dalamnya dan memuutuskan silaturrahim, melainkan Allah akan mengabulkan salah satu dari tiga perkara, baik dengan disegerakan baginya (pengabulan doanya) di dunia atau dengan disimpan baginya (pengabulan doanya) di akhirat atau dengan dijauhkan dari keburukan semisalnya”, para shahabat berkata:

“Wahai Rasulullah, kalau begitu kami akan memperbanyak doa?” Beliau menjawab: “Allah lebih banyak (pengabulan doanya)” (HR. Ahmad dan dishahihkan oleh Al Albani di dalam Shahih At Targhib wa At Tarhib, no. 1633).

Ibnul Qayyim rahimahullah menjelasakan tentang ajaibnya doa

“Dan demikian pula doa, sesungguhnya ia adalah salah satu sebab yang paling kuat menahan keburukan, mewujudkan permintaan, akan tetapi berbeda pengaruh doanya, baik karena lemahnya pada doa tersebut yaitu doanya merupakan sesuatu yang tidak dicintai Allah karena di dalamnya terdapat permusuhan, maka doanya seperti busur yang tipis sekali, maka anak panah keluar darinya sangat lemah, atau karena terdapat yang menahan dari pengabulan doa, seperti; makan harta yang haram, perbuatan zhalim, dosa-dosa yang menutupi hati, terlalu lalai, penuh hawa nafsu dan kelalaian.

Sebagaimana yang di sebutkan di alam kitab Al Muastdarak akrya Al Hakim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Berdoalah kepada Allah dalam keadaan kalian yakin dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah tidak menerima sebuah doa dari hati yang lalai,” maka (doa seperti) ini adalah doa yang bemanfaat, menghilangkan penyakit akan tetapi lalainya hati terhadap Allah membatalkan kekuatannya dan begitujuga memakan yang haram membatalkan kekuatannya dan mengguranginya. Abu Dzarr radhiyallahu ‘anhu berkata, “Cukup doa disertai dengan amalan yang baik sebagaimana makanan disertai dengan garam.”

Beliau juga berkata, “Dan doa termasuk obat yang paling manjur, ia adalah musuhnya bala, melawannya, melarang turunya dan mengangkat dan meringankannya jika ia turun, dan ia adalah senjatanya orang beriman. Doa berhadapan dengan bala tiga keadaan;

Doanya lebih kuat daripada bala maka ia menolaknya.
Doanya lebih lemah daripada bala, maka akhirnya bala yang menang, dan mengenani hamba akan tetapi terkadang meringankannya jika ia lemah.

Doa dan bala’ saling berlawanan dan manahan setiap salah satu dari keduanya.”
Lihat kitab Al Jawab Al Kafi, karya Ibnul Qayyim rahimahullah

Kado cinta untuk pernikahan

Dear suamiku... 
Teriring salam hormat dan cintaku padamu Hari ini adalah hari bahagiamu cintaku.pujaan hatiku. Aahhh... Pikiranku jauh menerawang dibalik kesunyian malam. Waktu terasa begitu cepat berlalu.aku belum lah puas melayanimu satu kali dua puluh empat jam penuh.hanya untukmu Kini aku harus berbagi pada dia,wanita yg juga mencintaimu. 

Suamiku....cintaku... Masih terngiang satu minggu yang lalu,ketika kau meminta restu untuk menikahi pujaan hatimu. "Maaf kan ayah bunda,maafkan ayah..." Katamu Aku tak mengerti dengan kalimatmu.kuusap wajah tampanmu dalam pangkuanku. "Ayah, apa gerangan yang membuat ayah harus meminta maaf...? Dimataku,ayah tak punya cela.tak ada yang harus bunda maafkan"jawabku "Cintaku, ucapku selanjutnya. Harusnya ayah tahu,betapa aku selalu mencintaimu.mempercayaimu. Sebab,tidak pernah ada kesalahan ayah yang terlalu besar untuk kumaafkan." "Bunda.... Maafkan ayah.ijinkan ayah menikah lagi.berilah aku restumu." Pintamu lirih Saat itu juga,aku terhenyak.perasaanku tak menentu.mataku berkunang-kunang. Hatiku terasa hancur berkeping-keping.sepuluh tahun perkawinan kita cinta.dan inilah ujian terberatku.saat ku harus merestuimu untuk meminang wanita lain. 

Dengan berurai airmata. Aku beranjak membasuh wajahku dengan air suci untuk memohon yang terbaik. Yaa Allah, Bantu aku untuk terus tetap bersyukur ketika rasa kecewa,amarah sakit hati datang menyapa. Serta berilah aku jalan yang terbaik untuk sebuah keputusan yang berat ini. Berilah aku kekuatan dalam menghadapi ujian-MU Dua hari kau menunggu jawaban dariku. 

Suamiku,cintaku... Demi kebahagiaanmu.tak kuasa aku menolak keinginanmu Hanya satu pintaku,shalat lah istikharah agar kau tak salah dalam melangkah. Dan biarkan Allah yang akan memilihkan yang terbaik bagi hidupmu.aku dan anak-anakmu Ya Allah Engkau maha tahu terbaik bagi hambamu Ketika aku tak kuat lagi,hanya Engkau lah tempat aku bersandar Mengadukan segala keluh kesahku,duka laraku Sebab,jika aku harus lampiaskan kekecewaanku,amarahku Siapa yang akan melindungi anak-anakku,membimbing,men guatkan dan membangun nilai-nilai islami pada mereka. Yah,aku harus merelakan wanita lain untuk suamiku 

 Hari ini,adalah hari bahagiamu suamiku Tahukah cinta,betapa tampan dan berseri-serinya wajahmu malam ini Dulu,kau selalu penuh pengertian,yang memperlakukan aku bak seorang ratu dalam istana cinta kita. Engkau mengajariku hidup apa adanya Selalu bersyukur dalam setiap keadaan Engkau juga membimbingku menjadi wanita yang shalihah.berbakti kepada suami dan menjaga dan merawat buah cinta kita dengan baik. Kuharap,kau pun begitu kepada istri mudamu (Mt al.fatih-sugi andini ) Barakallahu fiikum wa jazakumullah khairan khatsir,, .Salam Silaturrahim dan Ukhuwah Islamiyyah. 

 والسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Pernyataan istri

Bismillahir rahmanir rahiim
Seorang suami berkata kepada istrinya:
" Tidak kah engkau melihat betapa indahnya masjid kubah emas ini
kubah2nya terbuat dari emas, relief tempat imam terbuat dari emas 18 karat?
Emas luar biasanya masjid ini"

Istrinya hanya terpaku mendengar perkataan sang suami
Lalu sambil tersenyum ia pun berkata :
" Abi,aku benar-benar tidak memperhatikan semuanya itu"

"Lalu apa yang engkau perhatikan? tanya suaminya keheranan.

Sang istri menatap mata suaminya dalam-dalam,den
gan tulus diapun berkata :
" Aku hanya melihat sosok seorang pria,seorang pria yang saat ini berada dihadapanku,dan aku mengharap dia menyayangi dan tidak menyia- nyiakan diriku seumur hidupnya.
Itulah emas dari segala emas untuk diriku"

Doa Bila Tertimpa Sesuatu yang Tidak Diinginkan


قَدَّرَ اللَّهُ وَمَا شَاءَ فَعَلَ

Qaddarallahu Wamaa Syaa-a Fa'ala

"Allah telah mentakdirkannya
, dan apa yang Dia kehendaki Dia Perbuat."

Boleh juga diucapkan:

قَدَرُ اللَّهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ

Qadarulluhi Wamaa Syaa-a Fa'ala

"ini adalah takdir Allah, dan apa yang Dia kehendaki Dia Perbuat."

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,

الْمُؤْمِنُ الْقَوِىُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ وَفِى كُلٍّ خَيْرٌ احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلاَ تَعْجِزْ وَإِنْ أَصَابَكَ شَىْءٌ فَلاَ تَقُلْ لَوْ أَنِّى فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَذَا. وَلَكِنْ قُلْ قَدَرُ اللَّهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ

"Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah. Namun masing-masing ada kebaikan. Semangatlah meraih apa yang manfaat untukmu dan mohonlah pertolongan kepada Allah, dan jangan bersikap lemah.

Jika engkau tertimpa suatu musibah janganlah mengatakan, "Seandainya aku berbuat begini dan begitu, niscaya hasilnya akan lain." Akan tetapi katakanlah, "Allah telah mentakdirkannya, dan apa yang Dia kehendaki Dia Perbuat." Sebab, mengandai-andai itu membuka pintu setan." (HR. Muslim)

Seorang muslim semestinya menjadi orang yang dinamis dan penuh semangat. Karena setiap dari amalnya tidak akan disia-siakan oleh Rabb-nya. Kerjanya mencari nafkah untuk keluarganya dan semua usahanya untuk kebaikan dunia dan akhiratnya dinilai sebagai shadaqah untuknya, ibadah yang berpahala.

Namun perlu diingat, ia tidak boleh hanya bersandar kepada usahnya semata. Tapi haruslah ia mentawakkalkan usahanya kepada Allah dengan berdoa, berharap, dan menyerahkan hasil puncaknya kepada Tuhannya. Sehingga ia berada pada maqam Iyyaka Na'budu wa Iyyaka Nasta'in.

Kemudian kesungguhan usaha dan isti'anah tadi diikuti dengan husnudzan (prasangkan baik kepada-Nya), bahwa Dia akan memberikan yang terbaik kepada dirinya. Setiap ketetapan Allah mengandung hikmah yang boleh jadi tak diketahuinya dan tak terlihat oleh matanya. Sehingga saat terjadi sesuatu yang berbeda ia tetap tenang dan semangat. Ia tidak melemah dan menyesali usahanya tersebut.

Karena penyesalan hanya akan menghapuskan amal kebaikan yang sudah dikumpulkannya. Apalagi sampai mengandai-andai, kalau saja ia memilih usaha atau melakukan sesuatu yang lain tentu tidak terjadi apa yang sudah terjadi.

Padahal apa yang sudah terjadi itu adalah takdir yang sudah sudah dicatat jauh-jauh sebelum itu diperbuat, diketahui dan dikehendaki oleh-Nya. Karenanya ucapan semacam itu termasuk bagian yang bertentangan dengan rukun iman ke enam, iman kepada takdir yang baik dan yang buruk (menurut kita).

Mengandai-andai di kala terjadi sesuatu yang tidak sesuai keinginan akan membuka pintu syetan, yakni akan menyebabkan cacian, lemah semangat, marah, was-was, merana dan sedih.

Semua ini termasuk dari perbuatan syetan sehingga Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam melarang membuka kesempatan pada syetan untuk menggoda hamba dengan kalimat pengandaian ini.

Kemudian Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam memerintahkan agar melihat kejadian itu dari sudut pandang takdir. Ia meyakini, apa yang sudah Allah takdirkan atasnya pasti itu akan menimpanya, tak seorangpun yang sanggup menghalau dan menolaknya.

. . . Mengandai-andai di kala terjadi sesuatu yang tidak sesuai keinginan akan membuka pintu syetan, yakni akan menyebabkan cacian, lemah semangat, marah, was-was, merana dan sedih. . .

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam menasihatkan kepada Ibnu Abbas Radhiyallahu 'Anhuma,

"Ketahuilah, seandainya semua umat berkumpul untuk memberi suatu manfaat kepadamu, maka mereka tidak bisa memberi manfaat kepadamu kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan untukmu.

Sebaliknya, seandainya mereka berkumpul untuk menimpakan kemadharatan kepadamu, maka mereka tidak bisa menimpakan kemadharatan kepadamu kecuali dengan sesuatu yang Allah tetapkan atasmu. Pena (takdir) telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering." (HR. al-Tirmidzi)

Benar, urusan telah usai. Tidak mungkin yang sudah terjadi bisa berubah lagi. Perkara ini sudah tercatat di Lauh Mahfudz lima puluh tahun sebelum Allah menciptakan langit dan bumi. Akan terjadi apa yang sudah tercatat bagaimanapun ia berbuat.

Oleh sebab itu, Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam menganjurkan untuk berkata: "Ini adalah takdir Allah, dan apa yang Dia kehendaki Dia Perbuat." Artinya: ini yang terjadi adalah takdir dan qadha' (ketetapan) Allah. Apa yang Allah 'Azza wa Jalla kehendaki maka Dia lakukan, tak seorangpun yang bisa melarang dan menahan-Nya dari melakukan keinginan-Nya dalam kekuasaan yang Dia miliki. Maka Setiap yang Dia kehendaki pastilah Dia akan melakukannya.

إِنَّ رَبَّكَ فَعَّالٌ لِمَا يُرِيدُ

"Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki." (QS. Huud: 107)

Meyakini Hikmah dalam Takdir

Mengembalikan kenyataan yang tidak sesuai keinginan kepada takdir haruslah disertai dengan keyakinan bahwa setiap takdir Allah mengandung hikmah yang dikehendaki oleh-Nya. Boleh jadi hikmah tersebut tak mampu kita baca atau tidak nampak oleh kita. Meyakini ini hukumnya wajib berdasarkan firman Allah Ta'ala,

وَمَا تَشَاءُونَ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمًا

"Dan kamu tidak mampu (menempuh jalan itu), kecuali bila dikehendaki Allah. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui lagi Maha Hikmah." (QS. al-Insan: 30)

Allah menjelaskan bahwa Masyi'ahnya (kehendak-Nya) diiringi dengan hikmah dan ilmu. Berapa banyak kenyataan yang dibenci orang tapi akibatnya baik untuk dirinya. Sebagaimana firman Allah Ta'ala, "Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu." (QS. Al-Baqarah; 216) dan banyak kejadian-kejadian yang membenarkan ayat ini.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin menuturkan dalam Syarh Riyadhus Shalihin, pernah terjadi kecelakaan pesawat yang berangkat dari Riyadh menuju Jeddah. Di dalamnya terdapat penumpang sangat banyak, lebih dari 300 penumpang. Terdapat salah seorang calon penumpang yang sudah membeli tiket berada di ruang tunggu sampai tertidur.

Tatkala diumumkan bahwa pesawat segera berangkat, para penumpang memasuki pesawat. Sementara seorang penumpang tadi masih terlelap dalam tidurnya. Saat ia bangun, pintu pesawat sudah tertutup. Ia sangat menyesal dan jengkel. Kemudian Allah menetapkan takdir-Nya dengan hikmah-Nya, pesawat tersebut mengalami kecelakaan, terbakar. Semua penumpangnya tewas.

Subhanallah, laki-laki yang tertidur tadi selamat dari kecelakaan karena tertidur. Ia marah karena tertinggal pesawat, tapi kejadian itu malah membawa kebaikan untuk dirinya. Semoga kita menjadi orang cerdas yang senantiasa beriman kepada Allah dan takdir-Nya, serta selalu berbaik sangka kepada-Nya. Amiin.

Marilah kita sama-2 merenungi Jeritan Hati Seorang Istri Saat Suami Ingin Menikah Lagi .

Imanku mengatakan aku bisa merelakanmu, namun kecemburuan dan perasaanku mengunci hatiku untuk tetap mengatakan tidak, tidak dan tidak untukmu. Pernikahan kita adalah tentang kita, kau dan aku, sama sekali tidak tentang dia. Dan lalu bagaimana mungkin kau tega memasukkan dia kedalam kebahagiaan kita? Apakah... selanjutnya kita akan bahagia, suamiku?

Sekali lagi, aku tidak bisa lepas dari kodratku sebagai wanita yang identik dengan kecemburuan yang sangat melekat erat. Namun sekuat tenagaku aku mencoba tidak emosional. Sulit.. walaupun semua ini sangat sulit.

Namun... akhirnya kecintaan Allah menyadarkanku. Bukankah menikah adalah ladang amal bagiku untuk menggapai surga?, walau sekali lagi, Demi Allah sangat sulit merelakan bagian dari diriku masih harus ku bagi dengan orang lain.

Namun... sekali lagi, Bahasa iman menggugah kesadaranku kembali. Sekejab kupalingkan egoku untuk menilai maduku. Bukankah situasi ini juga menjadi cobaan bukan hanya untuk aku dan suamiku, tapi terutama adalah baginya. Betapa resiko sosial akan datang kepadanya, cap jelek sebagai perebut suami orang akan dilekatkan kepadanya. MasyaAllah, betapa aku juga mungkin tidak akan sanggup jika menjadi pelakon kisah hidupnya. Bukankah jodoh sudah digariskan Allah atas semua manusia. Diapun tak pernah bisa memesan dari mana jodohnya akan datang. Namun ketika jodohnya adalah suamiku sendiri, lalu apakah aku harus menyalahkannya,
yang berarti pula menyalahkan Allah sang maha pengatur?

Sudahkah ada dalam diri anda??

Sungguh hebat seorang mukmin apabila diberi ujian dia bersabar, dan bila diberi nikmat dia bersyukur.

Sebuah pengakuan yang amat dahsyat. Membuat para pelaku yang memujaNya dapat survive dalam kehidupan apapun bentuk takdir yang hadir bersama dengan sejarah hidupnya.

Rasa Syukur

“Karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya.
”(Ali Imran :123)

Sa’id Hawa dalam intisari Ihya Ulumuddinnya menyatakan bahwa sungguh hebat perasaan ini karena maqom (kedudukan) perasaan ini lebih tinggi dari maqom takwa. Padahal yang membedakan antara umat manusia sesungguhnya adalah sifat takwa.

Sudah banyak pembahasan mengenai rasa ini, karena cukuplah hati ini terketuk dengan petuah Ilahiyah mengenai rasa syukur :

“Dan Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur” (Ali Imran:145)

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan, Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat kepadamu…” (Ibrahim :7)

Penambahan nikmat itu mencakup diberikannya lima keistimewaan kepada orang yang bersyukur berupa kekayaan, doa yang mustajab, rezeki, ampunan, dan taubat.

Rasa Sabar

Sabar adalah pilar kebahagiaan seorang hamba. Dengan kesabaran itulah seorang hamba akan terjaga dari kemaksiatan, konsisten menjalankan ketaatan, dan tabah dalam menghadapi berbagai macam cobaan. Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “Kedudukan sabar dalam iman laksana kepala bagi seluruh tubuh. Apabila kepala sudah terpotong maka tidak ada lagi kehidupan di dalam tubuh.” (Al Fawa’id, hal. 95)

Tidak perlu terlalu panjang lebar pemaparan akan perasaan ini, cukuplah hati ini terketuk dengan petuah Ilahiyah mengenai rasa sabar ini :

“Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka bersabar “ (As-Sajadah:42)

“… Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala tanpa batas” (Az-zumar:10)

“… Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan” (An-Nahl:96)

Perkawinan Sabar dengan Syukur

Dua perasaan ini memang yang pasti terjadi pada tiap akhir dari kondisi yang kita terima. Jika hasil akhirnya berupa ujian, cobaan, musibah, tidak sesuai harapan maka sikap sabar cukup tepat untuk menjadi pemaklumannya. Manakala yang terjadi sesuai harapan, kemelimpahan, prestasi yang terukir menyejarah, menyenangkan banyak orang, kenikmatan hidup maka pemakluman yang terjadi adalah sikap syukur.

Namun ada pertanyaan yang menggelitik tapi perlu sebuah jawaban yaitu lebih sering mana sikap yang diambil umat manusia di dunia ini selama perjalanan hidupnya antara sikap sabar dalam ujian atau sikap syukur dalam nikmat. Tepatnya, lebih mudah mana bersabar dalam ujian atau bersyukur dalam nikmat?

Permainan pilihan sikap sabar dan syukur inilah yang memperlihatkan kualitas seseorang atau sekelompok orang dalam bersikap terhadap setiap kejadian atau takdir yang mendera dirinya

Atau kelompoknya. Perlu dipahami bahwa setiap kejadian selalu ada banyak perpektif terhadap kejadian tersebut tergantung kacamata apa yang dipakainya. Jika kacamatnya biru maka akan terlihat biru, jika kacamatanya merah akan terlihat merah. Yang kita perlukan adalah kacamata keimanan.

Ketajaman dalam memandang suatu kejadian yang kemudian akan disebut dengan firasat ini sangat tergantung dari kejernihan hati dan kejujuran nurani.

Seperti ketika turun surat An-nasr yang menjelaskan tentang penaklukan kaum muslimin terhadap kota Mekah. Kemenangan terbesar , agung, dengan perjuangan besar nan berliku dan disambut dengan berbondong-bondongnya

kaum kafir masuk kedalam agama islam.

Kegembiraan, rasa syukur, senang, ketakjuban meliputi hati sebagian besar para pejuang kebenaran pada waktu itu. Namun apa dirasakan Abu Bakar berbeda, perasaan syukur beliau bercampur dengan rasa sedih yang menderu dengan penuh kesabaran karena firasatnya mengatakan sebentar lagi Rasulullah wafat. Ternyata benar!!

Ketika semua mata mengeluarkan air mata, kesedihan dengan diliputi rasa bersabar menghinggapi perasaan para pejuang kebenaran kala Rasulullah sakit. Kekhawatiran yang terlalu besar akan wafatnya sang Rasul. Namun, Abu Bakar tampil dengan ketenangan mantap ditengah-tengah perasaan bersedihnya dengan mengumumkan kepastian bahwa Rasulullah memang wafat. Tidak lari dari masalah, tegas mengambil sikap dengan firasat yang jernih, memberikan pelajaran berharga bagi para pejuang kala itu. Abu Bakar tampil dengan perasaan bersyukurnya bukan karena wafatnya Rasul tetapi dia semakin yakin dengan apa yang ALLAH sampaikan dalam ayat yang sebenarnya sering dibaca para sahabat, yaitu

“Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah Jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun, dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur” (Ali Imran :144)

Disinilah perkawinan cantik antara perasaan sabar dan syukur terjadi yang melahirkan kualitas manusia terbaik kedua di jagat raya. Dalam setiap kejadian pasti akan muncul perspektif rasa syukur dan sabar pada akhir pemakluman yang benar.

Ketika seseorang atau sekelompok orang diberikan prestasi luar biasa berupa kekayaan intelektual, kecepatan keuntungan dalam bisnis, tercapainya cita-cita, terpenuhinya harapan, keterampilan berolahraga, kesempurnaan fisik, kenikmatan kemelimpahan harta kemudian dia bersyukur, ketahuilah bahwa disitu terdapat cobaan kesombongan. Yang dia harus bersabar di dalamnya.

Jika rasa sombong itu terjadi maka akan terjadi pertempuran antara rasa syukur akan nikmat yang dapat menambah nikmatnya dengan rasa sombong yang dapat menghacurkan segala amalnya. Tidak usah heran kita sering mendengar ada pebisnis sukses kaya raya tapi bangkrut seketika, orang alim dan ahli ibadah tapi mati dalam keadaan kufur nikmat, orang pitar di sekolahnya namun tak kunjung mendapat perguruan tinggi favorit, orang sukses dibangku kuliahnya namun sulit mencari pekerjaan yang pas dan nyaman dan lain sebagainya. Kontras memang tapi ini realita.

Ketika seseorang atau sekelompok orang mendapatkan musibah berupa penyakit, kekurangan kesempurnaan fisik, rencana gagal, kecelakaan, harapan tak kunjung tiba, cita-cita tak terlihat setitikpun di depan mata, bencana kemudian dia bersabar. Ketahuilah bahwa disitu terdapat celah perasaan bersyukur. Karena setiap cobaan atau musibah yang mendera kita perspektifnya hanya dua yaitu Allah ingin menghapus dosa kita yang dosa itu tidak dapat dihapuskan tanpa musibah itu atau derajat kita ingin diangkat yang derajat tersebut tidak dapat terangkat tanpa cobaan atau musibah itu.

Makanya tidak usah heran jika kita mendengar kabar ada orang kaya raya tanpa dimulai dari modal uang, anak petani jadi menteri, orang setengah tuli jadi penemu bola lampu, anak kampung jadi pemain sepakbola sukses dan lain sebagainya. Kontras memang, tapi ini realita.

Rasa syukur dan sabar harus berjalan beriringan. Disinilah titik temunya. Sabda Rasulullah Saw,

“Orang makan yang bersyukur, kedudukannya sama dengan orang puasa yang bersabar.”

Kedewasaan dalam mengambil sikap menjadi jawabannya. Mengawinkan antara rasa syukur dan sabar dalam setiap kejadian menjadikan kita manusia dengan kekayaan akan nilai yang tertanam dalam jiwa. Namun ketepatan dan kekuatan mengambil sikap kenapa kita harus bersabar dan kenapa kita harus bersyukur terletak pada seberapa dekat hubungan kita dengan Sang Pencipta dan seberapa jernih hati kita dalam memandang sesuatu itu. Ruhiyah menjadi penentunya!!

Al-Ghazali berkata “ketahuilah bahwa keimanan itu ada dua bagian, satu bagian adalah sabar dan sebagian lain adalah bersyukur”.

Kunci syurga yang terbuang


السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Bila semua ibadah kita seperti shalat, puasa, sedekah, dan haji, berjalan bagus, maka kelak di akhirat akan diberikan semacam tiket atau kunci untuk masuk Syurga.

Ketika banyak orang masuk Syurga, ternyata kita tidak dapat memasukinya, padahal kita sudah mempunyai tiket untuk memasukinya.

♥ Apakah sebabnya? Padahal, amal kebaikan yang telah kita kumpulkan, bila dihitung jumlahnya sangat banyak.
Namun, kenapa bukan Syurga yang kita dapatkan, dan sebaliknya malah neraka yang menjadi tempat kita..??
Itu-lah kunci Syurga yang terbuang.

Dari Jubair bin Muth'im radhiyallahu 'anhu, Dari Nabi Shallallahu 'Alaihi Wassallam bahwa beliau bersabda;
“Tidak akan masuk syurga orang yang memutuskan hubungan kekeluargaan.”
(HR. Shahih Imam Muslim No. 4636)

Karena itu, walaupun amal kebaikannya banyak, jika memutuskan hubungan silaturahim dengan sesama Muslim, dia akan ditempatkan di dalam neraka.

♥ Mengapa demikian??
Karena manusia punya penyakit hati atau sok.

Dalam hadist yang diriwayatkan Imam Ali Ridla dikatakan bahwa ketika sedang berkumpul dalam suatu majelis bersama murid-muridnya (hawariyyun), Nabi Isa 'alaihissallanm
menceritakan kelebihan yang diberikan Allah Subhanahu Wa Ta'ala padanya.
Seperti menyembuhkan penyakit kusta dan menghidupkan orang mati dengan izin Allah.

Namun demikian, kata Nabi Isa 'alaihissallam, ada satu jenis penyakit yang ia tak mampu menyembuhkannya.
Murid-muridnya bertanya jenis penyakit tersebut.
Nabi Isa menjawab, penyakit itu adalah penyakit hati (sok).

Nabi Isa 'alaihissallam menjelaskan, penyakit sok memiliki ciri khas, yaitu merasa lebih dari yang lain.
Merasa lebih cantik, ganteng, hebat, kaya, kuasa, dan benar.
Selain itu, orang yang sok itu juga suka membantah (ngeyel), dan ngotot (tak mau kalah).

Imam Al-Ghazalie mengategorikan orang tersebut sebagai “Laa Yadri wa Laa Yadri 'Annahu Laa Yadri”
(orang bodoh tidak menyadari bahwa dirinya bodoh).
Inilah orang bodoh yang merasa pintar.
Dia tidak menyadari bahwa sesungguhnya dirinya bodoh, namun ia tidak mau belajar agar menjadi lebih pintar.

Jika manusia sudah mengidap penyakit sok ini, dia tidak akan pernah menyadari kesalahannya.
Ia selalu merasa benar, padahal nyata-nyata salah dan ia tidak mau meminta maaf atas kesalahannya.

Jika masing-masing pihak merasa paling benar, maka akan mulai terputuslah tali silaturahim, dan ia tidak berhak mendapatkan surga kendati sudah memiliki kuncinya.
“Laa yadkhulu al-Jannata Qaththi'un al-Rahim.”
(Tidak akan masuk surga orang yang memutuskan silaturahim).

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
“Sejelek-jelaknya makhluk (binatang) di sisi Allah adalah mereka yang pekak dan tuli (sok), yang tidak mengerti apa pun.”
(QS. Al-Anfal [8]: 22).

Wa Allahu A'lam Bishshawab..!

_____
Ya Allah,jadikanlah kami menjadi hamba yang bersukur atas segala Rizki yang kau beri,dan mudahkanlah rizki kami ya Allah.
*Aamiin*

MEMILIH SUAMI UTAMAKAN AKHLAKNYA


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Dikisahkan bahwa ada seorang wanita badui yang dilamar oleh seorang pemuda. Dia sangat kagum terhadap ketampanan pemuda tersebut. Karena itu, dia pun tidak peduli lagi terhadap akhlak dan perilaku pemuda tersebut. Ketika ayahnya menasehatinya dengan mengatakan bahwa pemuda itu bukanlah orang yang shaleh (baik), dia pun tidak senang dengan nasehat itu. Bahkan, dia memastikan bahwa dirinya tidak mau menerima dan menolak nasehat ayahnya itu. Akhirnya, dia menikah dengan pemuda tersebut.

Sebulan setelah pernikahannya, sang ayah berkunjung ke rumahnya. Ketika itu, sang ayah melihat pada tubuh wanita itu terdapat tanda-tanda bekas pukulan yang dilakukan oleh suaminya. Sang ayah pura-pura tidak tahu, lalu dia bertanya kepadanya: “Bagaimana kabarmu, wahai puteriku?” Sang anak pun pura-pura memperlihatkan perasaan senang (bahagia). Tetapi kemudian sang ayah bertanya kepadanya: “Lalu tanda-tanda bekas pukulan apa yang ada di tubuhmu itu?” Mendengar itu, sang anak langsung menangis dan meratap dalam waktu yang cukup lama, kemudian dia berkata: “Wahai ayahku, apa yang harus aku katakan kepadamu? Sungguh aku tidak mematuhi perkataanmu dan aku telah memilih dia (suamiku) tanpa memperhatikan akhlak dan sikap baiknya terlebih dahulu.” (Tuhfah Al-‘Aruus, hal. 77.)
Wallahu Ta’ala A’lamu bish showwab
Barakallahu fiikum wa jazakumullah khairan khatsir,,

والسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Ikhwan Sejati

Bismillahir rahmanir rahiim
Ibu, Ceritakan Padaku Tentang Ikhwan Sejati

Seorang remaja pria bertanya pada ibunya,
“Ibu ceritakan kepadaku tentang ikwan sejati”

Sang ibu tersenyum dan menjawab,

“Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar
Tetapi dari kasih sayangnya pada orang sekitar

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang
Tetapi dari kelembutannya menyatakan kebenaran

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah sahabat disekitarnya
Tetapi dari sikap bersahabatnya pada generasi muda bangsa

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia dihormati di tempat kerja
Tetapi bagaimana dia dihormati di dalam rumah

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari kerasnya pukulan
Tetapi dari sikap bijaknya memahami persoalan

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang
Tetapi dari hati yang ada di balik itu

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari banyaknya akhwat yang memuja
Tetapi dari komitmennya terhadap akhwat yang dicintainya

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah barbel yang dibebankan
Tetapi dari tabahnya dia menjalankan liku kehidupan

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari kerasnya dia membaca Al Quran
Tetapi dari konsistennya menjalankan apa yang ia baca.”

Setelah itu ia kembali bertanya,

“siapakah yang dapat memenuhi criteria seperti itu, Ibu?”
Sang ibu memberinya buku dan berkata,
“Pelajari tentang dia.”
Ia pun mengambil sebuah buku “MUHAMMAD”, judul yang tertulis di buku itu.
jika Aku Jatuh Cinta

Ya Allah, jika aku jatuh cinta, cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya pada-Mu, agar bertambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu.

Ya Muhaimin, jika aku jatuh cinta, jagalah cintaku padanya agar tidak melebihi cintaku pada-Mu

Ya Allah, jika aku jatuh hati, izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut pada-Mu, agar aku tidak terjatuh dalam jurang cinta semu.

Ya Rabbana, jika aku jatuh hati, jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling dari hati-Mu.

Ya Rabbul Izzati, jika aku rindu, rindukanlah aku pada seseorang yang merindui syahid di jalan-Mu.

Ya Allah, jika aku rindu, jagalah rinduku padanya agar tidak lalai aku merindukan syurga-Mu.

Ya Allah, jika aku menikmati cinta kekasih-Mu, janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat di sepertiga malam terakhirMu.

Ya Allah, jika aku jatuh hati pada kekasih-Mu, jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang menyeru manusia kepada-Mu.

Ya Allah, jika Kau halalkan aku merindui kekasih-Mu, jangan biarkan aku melampaui batas sehingga melupakan aku pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya kepada-Mu.

Ya Allah Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu, telah berjumpa pada taat pada-Mu, telah bersatu dalam dakwah pada-MU, telah berpadu dalam membela syariat-Mu.

Kokohkanlah ya Allah ikatannya.
Kekalkanlah cintanya.
Tunjukilah jalan-jalannya.
Penuhilah hati-hati ini dengan nur-Mu yang tiada pernah pudar.
Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal di jalan-Mu
Aamiin Yaa Robbal'alamiin

Senin, 25 Juni 2012

Kamis, 21 Juni 2012

Dear Ayah

Ayah
 
Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya..... Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.
 
Lalu bagaimana dengan Ayah?
 
Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Ayah-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?
 
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Ayah bekerja dan dengan wajah lelah Ayah selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?
 
Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil...... Ayah biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda. Dan setelah Ayah mengganggapmu bisa, Ayah akan melepaskan roda bantu di sepedamu... Kemudian Mama bilang : "Jangan dulu Ayah, jangan dilepas dulu roda bantunya" , Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka.... Tapi sadarkah kamu?
 
Bahwa Ayah dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.
 
Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba. Tetapi Ayah akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang" Tahukah kamu, Ayah melakukan itu karena Ayah tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?
 
Saat kamu sakit pilek, Ayah yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata : "Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!".
 
Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut. Ketahuilah, saat itu Ayah benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.
 
Ketika kamu sudah beranjak remaja.... Kamu mulai menuntut pada Ayah untuk dapat izin keluar malam, dan Ayah bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak boleh!". Tahukah kamu, bahwa Ayah melakukan itu untuk menjagamu?
 
Karena bagi Ayah, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga..
 
Setelah itu kamu marah pada Ayah, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu... Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama.... Tahukah kamu, bahwa saat itu Ayah memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya, Bahwa Ayah sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?
 
Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Ayah akan memasang wajah paling cool sedunia.... :') Ayah sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu.. Sadarkah kamu, kalau hati Ayah merasa cemburu?
 
Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Ayah melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya. Maka yang dilakukan Ayah adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir... Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut - larut... Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Ayah akan mengeras dan Ayah memarahimu.. . Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Ayah akan segera datang? "Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Ayah"
 
Setelah lulus SMA, Ayah akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur. Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Ayah itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti... Tapi toh Ayah tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Ayah
 
Ketika kamu menjadi gadis dewasa.... Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain... Ayah harus melepasmu di bandara. Tahukah kamu bahwa badan Ayah terasa kaku untuk memelukmu? Ayah hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. . Padahal Ayah ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.
 
Yang Ayah lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang". Ayah melakukan itu semua agar kamu KUAT...kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.
 
Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Ayah. Ayah pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.
Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Ayah tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan... Kata-kata yang keluar dari mulut Ayah adalah : "Tidak.... Tidak bisa!" Padahal dalam batin Ayah, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti Ayah belikan untukmu". Tahukah kamu bahwa pada saat itu Ayah merasa gagal membuat anaknya tersenyum?
 
Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana. Ayah adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu. Ayah akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang"
 
Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Ayah untuk mengambilmu darinya. Ayah akan sangat berhati-hati memberikan izin.. Karena Ayah tahu..... Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.
 
Dan akhirnya.... Saat Ayah melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Ayah pun tersenyum bahagia....
 
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Ayah pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?
 
Ayah menangis karena Ayah sangat berbahagia, kemudian Ayah berdoa.... Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Ayah berkata: "Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik.... Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik.... Bahagiakanlah ia bersama suaminya..."­
 
Setelah itu Ayah hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk...
 
Dengan rambut yang telah dan semakin memutih.... Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya.... Ayah telah menyelesaikan tugasnya....
 
 
Ayah, Papa, Bapak, atau Abah kita...
 
Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat... Bahkan ketika dia tidak kuat untuk ‘tidak menangis... Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .
 
Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam segala hal. .

Catatan orang tua

Anak ku
Anakku yg aku syangi... Pd suatu saat dikala kamu mnyadari bhw aku tlah mnjdi sngt tua,cobalah blaku sbr dan cbalah mgrti aku..
Jka bnyk mkanan yg trcecer dikala aku mkan... Jka aku mdapat ksulitan dlm mgenakan pkaian aku sendiri...Sabarlah!!! Knanglah saat2 dmana aku mluangkan wkt aku untk mngajarimu ttg sgla hal yg kau prlu tahu,ktka kau msh kecil..
Jka aku mngulang mngatakan hal yg sm berpuluh kali,jng menghentikanku!! Dengarlah aku!! Ktka kau kcil,kau slalu meminta aku membacakanmu crta yg sm b'ulang-ulang,dr mlam yg stu k mlam yg lain hgga kau ttidur. Dan aku lakukan it untk mu!!
Jka aku enggan mandi,jng memarahiku dan jng katakan kpda aku bhw it memalukan.. ingatlah berapa bnyk pngertian yg aku brikan pdamu mnyuruhmu mandi dikala kcilmu..
Ktka mlhat kebodohan aku akan teknologi jng tertawakan aku tp bimbinglah aku untk mngerti.. Aku mngajarimu bnyk hal...Cra mkan yg baik,cra bpkaian yg baik,bprilaku yg baik,bgaimana mghadapi problem dlm khidupan..
Jka tkadang aku mnjdi plupa dan aku tdk dpt mngerti dan mngikuti pmbicaraan,bri aku wkt untk mngingat dan jk aku ga2l mlakukanny jng smbong dan memarahiku,krn yg pntg bgi aku adalah aku dpt brsmamu dan dpt b'bicara pdamu..
Jka aku tak mau mkan,jngan pksa aku!!
Aku tahu bilamana aku lpar dan kpn aku tak lpar..
Ktika kakiku tak lg mampu menyangga tbuh aku untk bgerak sprti sblmny.. Bntulah aku dg cra yg sma ktika aku merengkuhmu dlm tngan aku,mengajarimu mlakukan langkah2 prtamamu...
Dan kala suatu saat nanti,ktka aku katakan pdamu bhwa aku tak lg ingin hdup...Ktka aku ingin mati...Jng marah...Krn pd saatny nanti kau jg akan mngrti!! Cobalah untk mngrti bhwa pd usia trtentu,qt tdk bnar2 "HIDUP" lg,kta hanya "tidak mati"
suatu hr kelak kau akan mngrti bhw dismping smua ksalahan yg aku buat,aku slalu ingin apa yg tbaik bgimu dan bhw aku siapkan dsar bgi prkmbangan dan khidupanmu kelak...
Kau tak usah mrasa sdih,tidak bruntung atau ga2l dhadapan aku melihat kndisi aku yg sdh btmbah tua.. Kau harus ada didekat aku mncoba mngerti aku bhw hidup aku adalah bagimu, bagi kesuksesanmu,seperti apa yg aku lakukan pd saat kau lhir... Bntulah aku untk bjalan,bantulah aku pd akhr hdup aku dg cinta dan kesabaran..
Satu hal yg membuat ku hrus berterimakasih padamu adalah SENYUM dan KECINTAANMU pada ku...
Aku MENCINTAIMU ANAKKU...
Ayahmu dan ibumu

Diary Wanita Berjilbab

Diary wanita berjilbab
 
Dear diary,aku adalah wanita biasa
wanita yang sama seperti mereka
tapi mereka menilaiku lebih
cuma ,karena aku menunaikan kewajibanku sebagai seorang muslim
 
kenapa mereka menilaiku sempurna,suci,dan baik?
Padahal aku sama seperti mereka yang di ciptakan dari tulang rusuk yang bengkok
dan aku butuh seorang imam yang meluruskan dari kebengkokanku sama seperti mereka
wanita yang belum menunaikan kewajibannya yaitu berjilbab
 
aku manusia .yang sering melakukan banyak dosa sama seperti yang lainya
karena aku juga punya hawa nafsu ,bukan seperti malaikat Allah SWT.
 
Dibalik ketegaranku yang sangat kokoh seperti batu karang laut samudra
namun aku rapuh.
 
Ketika dunia ini menipuku tentang kenikmatan-kenikmatan yang sangat menggiurkan ,aku pun tergoda.
Dan aku ingin,sama sepert kalian.
 
Dan ketika temanku memakai rok mini ,pakai thanktop dan rambutnya yang lurus ,terurai indah .yang begitu cantik menawan menjadi pusat perhatian kaum adam
aku pun cemburu..
tapi aku lebih malu karena kemaluanku ada di teman-temanku yang sama tulang rusuknya bengkok
 
ketika seorang pria berboncengan dengan wanita,merangkul mesra tanpa ikatan pernikahan alias pacaran.
aku pun tergoda
ingin seperti mereka
merasakan indahnya pacaran
tapi aku ingin yang halal
pacaran setelah aku menikah.
Karena sesungguhnya itu yang baik.
 
Kadang aku malu karena ulah golongan aku sendiri
tak mau di ajak untuk kebaikan
untuk menunaikan kewajibanya sebagai wanita muslim
yaitu memakai jilbab yang syar’i
tapi mereka punya alasan “belum siap dan belum merasa baik”
 
INGAT!!!!
semua manusia pasti punya kesalahan
tapi islam punya solusi yaitu bertaubat bersungguh sungguh
bukan berarti ini semua menjadi masalah untuk berjilbab

ayah, anak, dan gagak

Antara Ayah, Anak dan Burung Gagak♥
Pada suatu petang seorang tua bersama anak mudanya yang baru menamatkan pendidikan tinggi duduk berbincang-bincang di halaman sambil memperhatikan suasana di sekitar mereka.
Tiba-tiba seekor burung gagak hinggap di ranting pokok berhampiran. Si ayah lalu menuding jari ke arah gagak sambil bertanya,
“Nak, apakah benda itu?”
 
“Burung gagak”, jawab si anak
 
Si ayah mengangguk-angguk, namun sejurus kemudian sekali lagi mengulangi pertanyaan yang sama. Si anak menyangka ayahnya kurang mendengar jawabannya tadi, lalu menjawab dengan sedikit kuat,
 
“Itu burung gagak, Ayah!”
 
Tetapi sejurus kemudian si ayah bertanya lagi pertanyaan yang sama.
Si anak merasa agak keliru dan sedikit bingung dengan pertanyaan yang sama diulang-ulang, lalu menjawab dengan lebih kuat,
 
“BURUNG GAGAK!!” Si ayah terdiam seketika.
 
Namun tidak lama kemudian sekali lagi sang ayah mengajukan pertanyaan yang serupa hingga membuat si anak hilang kesabaran dan menjawab dengan nada yang kesal kepada si ayah,
“Itu gagak, Ayah.” Tetapi agak mengejutkan si anak, karena si ayah sekali lagi membuka mulut hanya untuk bertanya hal yang sama. Dan kali ini si anak benar-benar hilang sabar dan menjadi marah.
“Ayah!!! Saya tak tahu Ayah paham atau tidak. Tapi sudah 5 kali Ayah bertanya soal hal tersebut dan saya sudah juga memberikan jawabannya. Apa lagi yang Ayah mau saya katakan????
Itu burung gagak, burung gagak, Ayah…..”, kata si anak dengan nada yang begitu marah.
Si ayah lalu bangun menuju ke dalam rumah meninggalkan si anak yang kebingungan.
 
Sesaat kemudian si ayah keluar lagi dengan sesuatu di tangannya. Dia mengulurkan benda itu kepada anaknya yang masih geram dan bertanya-tanya. Diperlihatkannya sebuah diary lama.
“Coba kau baca apa yang pernah Ayah tulis di dalam diary ini,” pinta si Ayah.
Si anak setuju dan membaca paragraf yang berikut.
“Hari ini aku di halaman melayani anakku yang genap berumur lima tahun. Tiba-tiba seekor gagak hinggap di pohon berhampiran. Anakku terus menunjuk ke arah gagak dan bertanya,
“Ayah, apa itu?”
Dan aku menjawab,
“Burung gagak.”
Walau bagaimana pun, anakku terus bertanya soal yang serupa dan setiap kali aku menjawab dengan jawaban yang sama. Sehingga 25 kali anakku bertanya demikian, dan demi rasa cinta dan sayangku, aku terus menjawab untuk memenuhi perasaan ingin tahunya.
Aku berharap hal ini menjadi suatu pendidikan yang berharga untuk anakku kelak.” Setelah selesai membaca paragraf tersebut si anak mengangkat muka memandang wajah si Ayah yang kelihatan sayu. Si Ayah dengan perlahan bersuara,
” Hari ini Ayah baru bertanya kepadamu soal yang sama sebanyak 5 kali, dan kau telah hilang kesabaran serta marah.”
Lalu si anak seketika itu juga menangis dan bersimpuh di kedua kaki ayahnya memohon ampun atas apa yg telah ia perbuat.
 
 
PESAN:
Jagalah hati dan perasaan kedua orang tuamu, hormatilah mereka.
Sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangimu di waktu kecil.
Kita sudah banyak mempelajari tuntunan Islam apalagi berkenaan dengan berbakti kepada kedua orangtua.Tapi berapa banyak yang sudah dimengerti oleh kita apalagi diamalkan???
Ingat! ingat! Banyak ilmu bukanlah kunci masuk syurganya Allah.
SEBARKAN ke teman anda jika menurut anda catatan ini bermanfaat….

APAKAH ANAKKU HARUS RANGKING 1 .....???

Si Ranking 23 : “Aku ingin menjadi orang yang bertepuk tangan di tepi jalan”
 
Di kelasnya terdapat 50 orang murid, setiap kali ujian, anak perempuanku tetap mendapat ranking ke-23. Lambat laun membuat dia mendapatkan nama panggilan dengan nomor ini, dia juga menjadi murid kualitas menengah yang sesungguhnya. Sebagai orangtua, kami merasa nama panggilan ini kurang enak didengar,namun ternyata anak kami menerimanya dengan senang hati. 
 
Suamiku mengeluhkan ke padaku, setiap kali ada kegiatan di perusahaannya atau pertemuan alumni sekolahnya, setiap orang selalu memuji-muji “Superman cilik” di rumah masing-masing, sedangkan dia hanya bisa menjadi pendengar saja. Anak keluarga orang, bukan saja memiliki nilai sekolah yang menonjol, juga memiliki banyak keahlian khusus. Sedangkan anak kami rangking nomor 23 dan tidak memiliki sesuatu pun untuk ditonjolkan. Dari itu, setiap kali suamiku menonton penampilan anak-anak berbakat luar biasa dalam acara televisi, timbul keirian dalam hatinya sampai matanya begitu bersinar-sinar. 
 
Kemudian ketika dia membaca sebuah berita tentang seorang anak berusia 9 tahun yang masuk perguruan tinggi, dia bertanya dengan hati kepada anak kami: “Anakku, kenapa kamu tidak terlahir sebagai anak dengan kepandaian luar biasa?” Anak kami menjawab: “Itu karena ayah juga bukan seorang ayah dengan kepandaian yang luar biasa”. Suamiku menjadi tidak bisa berkata apa-apa lagi, saya tanpa tertahankan tertawa sendiri. 
 
Pada pertengahan musim, semua sanak keluarga berkumpul bersama untuk merayakannya, sehingga memenuhi satu ruangan besar di sebuah restoran. Topik pembicaraan semua orang perlahan-lahan mulai beralih kepada anak masing-masing. Dalam kemeriahan suasana, anak-anak ditanyakan apakah cita-cita mereka di masa mendatang? Ada yang menjawab akan menjadi pemain piano, bintang film atau politikus, tiada seorang pun yang terlihat takut mengutarakannya di depan orang banyak, bahkan anak perempuan berusia 4½ tahun juga menyatakan bahwa kelak akan menjadi seorang pembawa acara di televisi, semua orang bertepuk tangan mendengarnya. 
 
Anak perempuan kami yang berusia 15 tahun terlihat sangat sibuk sekali sedang membantu anak-anak kecil lainnya makan. Semua orang mendadak teringat kalau hanya dia yang belum mengutarakan cita-citanya kelak. Di bawah desakan orang banyak, akhirnya dia menjawab dengan sungguh-sungguh: Kelak ketika aku dewasa, cita-cita pertamaku adalah menjadi seorang guru TK, memandu anak-anak menyanyi, menari lalu bermain-main. Demi menunjukkan kesopanan, semua orang tetap memberikan pujian, kemudian menanyakan akan cita-cita keduanya. Dia menjawab dengan besar hati: “Saya ingin menjadi seorang ibu, mengenakan kain celemek bergambar Doraemon dan memasak di dapur, kemudian membacakan cerita untuk anak-anakku dan membawa mereka ke teras rumah untuk melihat bintang”. Semua sanak keluarga tertegun dibuatnya, saling pandang tanpa tahu akan berkata apa lagi. Raut muka suamiku menjadi canggung sekali. 
 
 
Sepulangnya kami kembali ke rumah, suamiku mengeluhkan ke padaku, apakah aku akan membiarkan anak perempuan kami kelak menjadi guru TK?
Apakah kami tetap akan membiarkannya menjadi murid kualitas menengah?
Sebetulnya, kami juga telah berusaha banyak. Demi meningkatkan nilai sekolahnya, kami pernah mencarikan guru les pribadi dan mendaftarkannya di tempat bimbingan belajar, juga membelikan berbagai materi belajar untuknya. 
Anak kami juga sangat penurut, dia tidak lagi membaca komik lagi, tidak ikut kelas origami lagi, tidur bermalas-malasan di akhir minggu tidak dilakukan lagi. 
 
Bagai seekor burung kecil yang kelelahan, dia ikut les belajar sambung menyambung, buku pelajaran dan buku latihan dikerjakan terus tanpa henti. Namun biar bagaimana pun dia tetap seorang anak-anak, tubuhnya tidak bisa bertahan lagi dan terserang flu berat. Biar sedang diinfus dan terbaring di ranjang, dia tetap bersikeras mengerjakan tugas pelajaran, akhirnya dia terserang radang paru-paru. Setelah sembuh, wajahnya terlihat semakin kurus. Akan tetapi ternyata hasil ujian semesternya membuat kami tidak tahu mau tertawa atau menangis, tetap saja rangking 23. Kemudian, kami juga mencoba untuk memberikan penambah gizi dan rangsangan hadiah, setelah berulang-ulang menjalaninya, ternyata wajah anak perempuanku kondisinya semakin pucat saja. 
 
Apalagi, setiap kali akan menghadapi ujian, dia mulai tidak bisa makan dan tidak bisa tidur, terus mencucurkan keringat dingin, terakhir hasil ujiannya malah menjadi nomor 33 yang mengejutkan kami. Aku dan suamiku secara diam-diam melepaskan aksi tekanan, dan membantunya tumbuh normal. 
 
 
Dia kembali pada jam belajar dan istirahatnya yang normal, kami mengembalikan haknya untuk membaca komik, mengijinkannya untuk berlangganan majalah “Humor anak-anak” dan sejenisnya, sehingga rumah kami menjadi tenteram damai kembali. Kami memang sangat sayang pada anak kami ini, namun kami sungguh tidak memahami akan nilai sekolahnya.
 
Pada akhir minggu, teman-teman sekerja pergi rekreasi bersama. Semua orang mempersiapkan lauk terbaik dari masing-masing, dengan membawa serta suami dan anak untuk piknik. Sepanjang perjalanan penuh dengan tawa dan guyonan, ada anak yang bernyanyi, ada juga yang memperagakan karya seni pendek. 
 
Anak kami tiada keahlian khusus, hanya terus bertepuk tangan dengan sangat gembira.
Dia sering kali lari ke belakang untuk mengawasi bahan makanan. Merapikan kembali kotak makanan yang terlihat sedikit miring, mengetatkan tutup botol yang longgar atau mengelap wadah sayuran yang bocor ke luar. Dia sibuk sekali bagaikan seorang pengurus rumah tangga cilik. 
 
Ketika makan terjadi satu kejadian di luar dugaan. Ada dua orang anak lelaki, satunya adalah bakat matematika, satunya lagi adalah ahli bahasa Inggris. Kedua anak ini secara bersamaan berebut sebuah kue beras yang di atas piring, tiada seorang pun yang mau melepaskannya, juga tidak mau saling membaginya. Walau banyak makanan enak terus dihidangkan, mereka sama sekali tidak mau peduli. Orang dewasa terus membujuk mereka, namun tidak ada hasilnya. Terakhir anak kami yang menyelesaikan masalah sulit ini dengan cara yang sederhana yaitu lempar koin untuk menentukan siapa yang menang. 
 
 
Ketika pulang, jalanan macet dan anak-anak mulai terlihat gelisah. Anakku membuat guyonan dan terus membuat orang-orang semobil tertawa tanpa henti. Tangannya juga tidak pernah berhenti, dia mengguntingkan banyak bentuk binatang kecil dari kotak bekas tempat makanan, membuat anak-anak ini terus memberi pujian. Sampai ketika turun dari mobil bus, setiap orang mendapatkan guntingan kertas hewan shio-nya masing-masing.
 
Ketika mendengar anak-anak terus berterima kasih, tanpa tertahankan pada wajah suamiku timbul senyum bangga. 
 
Selepas ujian semester, aku menerima telpon dari wali kelas anakku.
Pertama-tama mendapatkan kabar kalau nilai sekolah anakku tetap kualitas menengah. Namun dia mengatakan ada satu hal aneh yang hendak diberitahukannya, hal yang pertama kali ditemukannya selama lebih dari 30 tahun mengajar.
Dalam ujian bahasa ada sebuah soal tambahan, yaitu siapa teman sekelas yang paling kamu kagumi dan alasannya. 
 
Selain anakku, semua teman sekelasnya menuliskan nama anakku.
 
Alasannya pun sangat beragam : antusias membantu orang, sangat memegang janji, tidak mudah marah, enak berteman, dan lain-lain, paling banyak ditulis adalah optimis dan humoris.
Wali kelasnya mengatakan banyak usul agar dia dijadikan ketua kelas saja.
Dia memberi pujian: “Anak anda ini, walau nilai sekolahnya biasa-biasa saja, namun kalau bertingkah laku terhadap orang, benar-benar nomor satu”. 
 
Saya bercanda pada anakku, kamu sudah mau jadi pahlawan. Anakku yang sedang merajut selendang leher terlebih menundukkan kepalanya dan berpikir sebentar, dia lalu menjawab dengan sungguh-sungguh: “Guru pernah mengatakan sebuah pepatah, ketika pahlawan lewat, harus ada orang yang bertepuk tangan di tepi jalan.” 
 
Dia pun pelan-pelan melanjutkan: “Ibu, aku tidak mau jadi Pahlawan aku mau jadi orang yang bertepuk tangan di tepi jalan.” Aku terkejut mendengarnya dan mengamatinya dengan seksama.
 
Dia tetap diam sambil merajut benang wolnya, benang warna merah muda dipilinnya bolak balik di jarum, sepertinya waktu yang berjalan di tangannya mengeluarkan kuncup bunga.
Dalam hatiku pun terasa hangat seketika. 
Pada ketika itu, hatiku tergugah oleh anak perempuan yang tidak ingin menjadi pahlawan ini. Di dunia ini ada berapa banyak orang yang bercita-cita ingin menjadi seorang pahlawan, namun akhirnya menjadi seorang biasa di dunia fana ini. 
 
Jika berada dalam kondisi sehat, jika hidup dengan bahagia, jika tidak ada rasa bersalah dalam hati, mengapa anak-anak kita tidak boleh menjadi seorang biasa yang baik hati dan jujur.
Jika anakku besar nanti, dia pasti menjadi seorang isteri yang berbudi luhur, seorang ibu yang lemah lembut, bahkan menjadi seorang teman kerja yang gemar membantu, tetangga yang ramah dan baik. 
Apalagi dia mendapatkan ranking 23 dari 50 orang murid di kelasnya, kenapa kami masih tidak merasa senang dan tidak merasa puas? 
 
Masih ingin dirinya lebih hebat dari orang lain dan lebih menonjol lagi?
Lalu bagaimana dengan sisa 27 orang anak-anak di belakang anakku? Jika kami adalah orangtua mereka, bagaimana perasaan kami?
 
Anakmu bukan milikmu.Mereka putra putri sang Hidup yang rindu pada diri sendiri,Lewat engkau mereka lahir, namun tidak dari engkau,Mereka ada padamu, tapi bukan hakmu.Berikan mereka kasih sayangmu, tapi jangan sodorkan bentuk pikiranmu,Sebab mereka ada alam pikiran tersendiri.Patut kau berikan rumah untuk raganya,Tapi tidak untuk jiwanya, 
Sebab jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan, yang tiada dapat kau kunjungi meski dalam mimpi. 
 
Kau boleh berusaha menyerupai mereka,Namun jangan membuat mereka menyerupaimuSebab kehidupan tidak pernah berjalan mundur,Pun tidak tenggelam di masa lampau. 
Kaulah busur, dan anak-anakmulahAnak panah yang meluncur.Sang Pemanah Maha Tahu sasaran bidikan keabadian.Dia merentangmu dengan kekuasaan-Nya, 
Hingga anak panah itu melesat, jauh serta cepat.Meliuklah dengan suka cita dalam rentangan tangan Sang Pemanah,Sebab Dia mengasihi anak-anak panah yang melesat laksana kilatSebagaimana pula dikasihiNya busur yang mantap.

Minggu, 10 Juni 2012

I love XI IPA 4

sebelas ipa empat :')

SEBELAS IPA EMPAT.

kesan pertama aku pas masuk kelas ni sumpah aku takuut nian . aku nengok anak anak kelas nyo . apolagi yang siswa , macam rombongan deza , ikbar .tampangnyo seram seram nian sumpah . *peace . siswa yang aku dekat tu cuma rheno . sempat nyesal aku masuk ipa empat ni . pengen pindah kelas .ya allah e , ngapo aku biso masuk kelas anak anak nakal , pikiran aku dulu cak tu . apolagi pas yang anak 25 tu banyak dari ipa empat , beh , makin seram be .dapat wali kelas sensei , padahal pas kelas X dulu aku berdoa nian damau masuk ipa 2 biak dak ketemu sensei , ee taunyo di ipa empat ketemu pula .yaudahlah , mungkin emang takdirnyo berkata begitu . halah . awal awal di kelas tu sumpah macam bikin gank be . siswa siswi nyo bekelompok kelompok .aku bekawan paling samo yang dari xe be . dan akhirnyaaaa , ipa empat terpaksa kehilangan 3 personilnya , hikhik . septi , tantri , teka . tapi ,kan ado pepatah mati satu tumbuh seribu . nah entah hari apo aku lupo . pokoknyo waktu tu lagi belajar di perpus bawah (sekarang udah jadi ruang pamong) , ipa empat kedatangan personil baru . halah . si dwi , taruna , nope , imam , seling . ee malaaaaas nian aku rasonyo . ketemu seling LAGI .tambah seram seram bae kan siswa siswa ipa empat ni . 



 ( doller,gembul,reja',jenong,mpo,anyos,Sensei,omdon,ikbar,ujik,anes,dan imam )
( febi,gue,onyek,filda,dinda,deni,rizka,chibi,nopek,dan ririn )


eelah . pas pelajaran dengan sang wali kelas tercinta , halah . pas belajar jepang tiba tibaaaaaa ,tuuuuuuuuuuuuuuttttttttt , beh , woy siapo ni kentut bau nian ! hampir sekelas tecium bau nyo ! daktek yang nak ngaku . alhasil , keno ceramah habis habisan samo sensei . pake acara merajuk pula tu . namonyo jugo anak nakal dak ee , biaklah nak merajuk nak apo teteeep be daktek yang niat nak bujuk . emang bangs*t ipa empat ni . :D jadilah dak belajar samo sensei selamo satu semester . beh , macam anak yatim piatu be ipa empat waktu tu . daktek punya wali kelas .


teruuus eeng iiing eeeeng , tibalah BULAN BAHASA ! pas parodi , daktau nian ipa empat ni nak nampilin apo . entah dapat ide dari siapo aku lupo , pokoknyo muncul lah ide tentang be a man tu nah . dan yang berperan sebagai banci terpilih laaaaaaah : DEZA , DONY , ANES , SELING , ADYOS . awal latian daktek yang pernah serius , sampe akhirnyo aku ingat nian tu , kepala suku kito (baca : mpo) bilang kayak gini : "oy , seriuslah latiannyo , sensei tu la merajuk samo kito . daktek punyo wali kelas lagi kito ni . cobalah kito belajar mandiri sekarang ni , kito tunjukin ke wali kelas kito kalo kito ni biso . kito ni dak seburuk yang sensei kiro" *hiks hiks . sumpah sedih aku nulis yang katakata ini . barulah abis tu mulai serius latiannyo . aku la yakin nian tu parodi kito bagus , la matang nian latiannyo aku tengok . ee taunyoo pas nampiiiiiiiiil , DONY demam panggung ! jaim nian . kami (yang nengok di belakang panggung) la tepucek nian pas tu . untung baelah dak malumaluin nian penampilannyo . malam abis nampil parodi barulah nampaknyo sang wali kelas tercinto ngajak ngumpul , dak merajuk lagi . *cieeee yang baekan . halah . kumpul di ruang jepang , ngomongin masalah mading . apo temanyo ? diskusi diskusi , akhirnya diputuskanlah tentang indahnya alam papua . sampe pas pagi hari H ipa empat belum ado nian persiapan samo sekali . bahan daktek , alat apolagi . jadilah lembur seharian tu . halah . siswi pada ol semua search bahan di internet , ado yang mutik ranting ranting kering lah , ado yang bakar bakar kertas HVS . yang siswanyo enak nian banyak yang nyakit tu . untunglah dony mau IL beli triplek . ee mungkin kan waktu tu hauuus nian , jadilah ADYOS MINUM TINNER . semua kalang kabut . badan samo mukonyo la merah nian pula tu . pegilah risa nope ke mm beliin yakult buat adyos , tetep be dak ngefek . *dasar bengak , tinner be di minum . :D pas sorenyoooo , semua sibuuk bikin mading . diruang bing bawah waktu tu . kelas la mirip kandang kambing be waktu tu kan . sampah daun daun betebaran dimano mano . pas sudah jadi , aku ingat nian tu pas mading tu nak di bawa ke audiv ipa empat ni yang paling heboh dewek ngangkatnyo , mano pake backsound pula tu yang siswi mekik mekik gj . pas di tempel , nengok ke sebelah , beh mading XII IPA 1 . geger duluan jok . tapi yasudahlah , PEDE be !



tibalah pas BAZAR . aku daktau cerito persis nyo pas sebelum bazar ni , soalnyo aku IB ke tempat rizka , ngurusin masalah konsumsi . pas paginyo aku sampe di stan , beh PINTUNYO PENDEK NIAN OY ! aku yang pendek be mesti nunduk dulu nak masuk , apolagi macam dickie . :D panas nian pula tu stan kito . jadilah aku dak pernah betah di stan dewek . :D tapi aku akui makanan kito enak enak kok , walopun lah hargonyo banyak di protes orang orang , mahal nian katonyo . :D sudahlah , yang penting UNTUNG . pas pengumuman . jeng jeng jeeeeeeeeng , ipa empat dapat juara 2 mading samo juara 2 parodi . lumayanlah . pas malamnyo makanmakan di rumah sensei , LAGI LAGI AKU DAK IKUT . eelah , aku IB duluan . balek balek cuma dapat cerito be dari orang orang ni . IRI oy ! yasudahlah , pas observasi daktek yang spesial dengan ipa empat . pada jalan dewek dewek bae .

ha , pas belajar samo sensei di awal semester 2 dibagi pula sokupang (baca : sodara bangku jepang) . halah . aku duduk dengan deza . ranking 1 jok ! anak pintar , ngeri aku . :p abis tuuuuuu , KELOMPOK DRAMA ! daktau nak bikin naskah macam mano . mano aku tengok kelompok 1 bagus bagus galo kan anggotanyo . siswanyo pada nurut galo , pada rajin datang latian . nah yang siswa kelompok 2 ? ATLIT semua . nak nyari orang tu harus dijemput ke gor dulu . sampe pertumpahan keringat dan air mata . halah . hampir be nak pecah kelompok tu . untung be idak . pas penampilan , yang kelompok 1 dapat undian nomor 1 , yang kelompok 2 nya dapat undian nomor 3 . not badlah . duaduanya dak gondok gondok nian pas nampil . ;) sampe ado perang dingin pula dengan EKIBUR . :D






emang bener kato orang , tiap ado pertemuan , pasti ado perpisahan . hiks hiks . bentar lagi kito kelas 3 . kito harus pisah . ngapolah ipa empat ni kompaknyo di akhir akhir . eelah . *mulai mellow . kagek pas kelas 3 pasti dak biso lagi duduk sokupang . gek dak biso lagi aku ngantin bareng samo kamu semua . ngantin sampe booking bangku buat ipa empat . daktek lagi aku nengok kamu nyagilin doler . daktek lagi aku tengok ikbar stres kalo daktek duit . daktek lagi aku nyenek serempak kamu semua , sampe berombongan macam anak anak nakal pas masuk ruang makan tu . dak biso lagi aku curhat samo deza . dakbiso lagi kalo UH kito berebutan bangku . daktek lagi kito sembunyi kalo lagi malas belajar . daktek lagi kito sholat dzuhur bareng pas jam KN . daktek lagi . AKU PASTI BAKAL KANGEN SEMUA ITU . AKU PASTI BAKAL KANGEN KALIAN SEMUA . walopun emang kito masih tetep satu sekolah , tapi tengoklah , kalo la pisah kelas pasti agek kamu pada sibuk samo kawan dewek dewek . pasti gek la lupo samo kami kami ni . MAAFIN aku yo , kalo selamo setaun terakhir ni aku udah banyak nian salah samo kalian . maaf aku dakbiso bikin sesuatu yang berguno di ipa empat ni . but , from the deep of my heart , AKU SAYANG KAMU SEMUA . AKU SAYANG IPA EMPAT . :') sudahlah , pesan aku jangan sombong sombong be gek kelas 3 yo .



personil ipa empat : ADITYA GHINA ORLANDA; ADYOS REFALDI; DARA NOVEA HUTAGALUNG; DENI GUSRIANTI; DINDA TAMARA PUTRI; DONY RIZKI; FADIAH FILDZAH; FEBY RIZKI DWI PUTRI; FILDA AFRIYATI SETYANINGRUM; FREZIA PRIMA DEZA; FUAD SELING; IBNU ANANDA; ILHAM BAYU AJI; JAKA FARIH AGUSTIAN; LINDIA FITRI; M. HABIBIE LUKTAPUTRA; M.IMAM ARDIANSYAH; M. ROMLIYADI; MUHAMMAD FAUZI SETIYAWAN; MUTHIATUL ULYA; NAUFAL IKBAR JENISA; NISA AYUNDA RAHMI MUTHIA; PUTRI MEICA MEYDINA; REZA ILHAM; RHENO MARTIAND MARIO; RIDHO DWI HIMAWAN; RIDHO TRI SAPUTRA; RIRIN WAHYUNI; RISA ANDESTIA; RIZKA HASANAH; SHAFIRA FIONA; TARUNA EKO PRABOWO; VIONNY OCKTAVIA AZHARI; YOHANNES GUNANTA BANGUN;



Created by: ririn wahyuni ( sokel aku )